Selasa, 22 Mei 2018

Unsur-unsur dalam Dongeng

Untuk memahami cerita baik itu cerpen, novel, maupun dongeng harus mengetahui unsur-unsur penyusunnya. Unsur-unsur dalam cerita yaitu :
1. Tema
Tema adalah pokok permasalahan suatu cerita, atau gagasan/ide pikiran suatu hal untuk membuat suatu tulisan baik itu dongeng, novel, ataupun cerita pendek. Tema dalam dongeng, umunya sama seperti tema dalam cerita pendek atau novel. Temanya selalu berkaitan dengan sisi-sisi kehidupan manusia. Baik yang berkaitan dengankemanusiaan, kasih sayang, kekuasaan, keagamaan, persahabatan dan sebagainya.
Tema sebuah dongeng dapat ditelusuri dari unsur-unsur cerita lainnya,seperti tokoh, alur, latar, amanat, dan unsur lainnya. Oleh karena itu, untuk menentukan sebuah tema dongeng, cerita, atau novel harus membaca terlebih dahulu ceritanya.
2. Tokoh dan Watak Tokoh
Tokoh adalah pelaku dalam cerita. Seperti yang dikatakan (Aminuddin dalam Nurgiyantoro, 1995:79) Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita. Watak tokoh adalah karakter yang dimiliki tokoh sehingga bisa memberikan gambaran si tokoh dalam cerita tersebut.
Dongeng memiliki tokoh dengan watak yang sangat beraneka ragam. Tokoh beserta watak digambarkan dengan berbagai teknik., antara lain:
a). Teknik Analitik
Teknik analitik  = watak tokoh dicritakan secara langsung oleh pengarangnya. Dengan demikian, pembaca dapat secara langsung menyimpulkan watak tokoh tersebut.
b). Teknik dramatik = watak tokoh diceritakan secara tidak langsung. Watak tokoh diceritakan melalui penggambaran-penggambaran tertentu. Hal ini menuntut pembaca untuk berpikir dalam menyimpulkan watak tokoh tersebut.
3. Latar Cerita
Latar/ Setting merupakan tempat/ waktu. Latar/ setting merupakan salah satu unsur yang terdapat dalam cerita. Latar dalam cerita meliputi gambaran tempat dan waktu. Umumnya dalam sebuah dongeng, latar cerita bersifat fiktif (rekaan), misalnya di kerajaan langit, kerajaan laut, dan sebagainya.
4. Alur Cerita
Alur cerita adalah tahapan atau jalannya suatu cerita. Alur pada sebuah dongeng sama dengan alur cerita lainnya. Alur cerita pendek atau dongeng lebih sederhana daripada alur novel. Secara umum, urutan alur dalam cerita adalah sebagai berikut:
Pengenalan cerita (intro) – Awal perselisihan/ konflik (complication) – Menuju konflik (rising action) – Konflk memuncak (climax) – Penyelesaian (ending)
  • Pengenalan cerita (intro) = Di bagian ini, pengarang mengawali cerita dengan memperkenalkan tokoh utama, penataan adegan, dan penceritaan tentang hubungan antar tokoh.
  • Awal perselisihan/konflik (complication) = Di bagian ini,pengarang mulai memunculkan bagian-bagian yang menimbulkan berbagai masalah.
  • Menuju konflik (rising action) = Di bagian ini, pengarang semakin meningkatkan permasalahan yang sedang dihadapi tokoh.
  • Konflik memuncak (climax) = Bagian ini merupakan puncak permasalahan yang dihadapi tokoh. Di bagian ini pula, tokoh dihadapkan dalam penentuan nasib yang dialaminya. Keberhasilan atau kegagalan biasanya menjadi penentuan nasib tokoh.
  • Penyelesaian (ending) = Bagian ini biasanya menjelaskan bagaimana nasib tokoh setelah mengalami turning point. Akan tetapi, ada pula pengarang yang menyerahkan ending ceritanya kepada para pembaca. Akhir cerita dibiarkan menggantung.
Dalam menentukan bagian-bagian alur tersebut, dapat ditentukan terlebih dahulu pikiran pokok setiap paragraf cerita yang dibaca. Setelah ditentukan, dapat menghubungkannya dengan bagian-bagian alur tersebut.
5. Sudut Pandang (Point of View)
Sudut pandang adalah siasat pengarang untuk menempatkan tokoh atau pelaku di dalam cerita untuk menyampaikan ceritanya. Sudut pandang menentukan gaya penceritaan setiap pengarang. Gaya penceritaan pengarang tersebut bermacam-macam, yaitu :
  • Sebagai orang  pertama, ditandai dengan istilah “aku” atau “saya” dalam penyebutan tokoh utamanya. Dengan demikian, pengarang terlibat secara langsung dalam cerita tersebut.
  • Sebagai orang ketiga, ditandai dengan penyebutan istilah “dia”, “ia” atau penyebutan nama orang. Dalam hal ini, pengarang hanya sebagai pengamat saja dan hanya menceritakan apa yang terjadi di antara tokoh ceita.
6. Amanat
Amanat adalah pesan yang disampaikan oleh pengarang yang memiliki arti positif untuk para pembaca di dalam sebuah cerita. Cerita yang bagus memiliki amanat yang dalam bagi para pembacanya Amanat cerita bersifat “tersirat” dan terkadang pembaca kesulitan untuk menemukannya. Sebuah dongeng tentunya sangat sarat akan amanat yang penting bagi para pembacanya. Semakin “dalam” amanat sebuah dongeng semakin diingatlah dongeng tersebut.
Dongeng dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu :
1). Fabel (cerita binantang)
Contohnya : “Kelinci dan Anjing Petani”, “Rusa dan Kura-Kura”, “Kancil dan Buaya”, dan sebagainya.
2). Cerita jenaka (cerita lucu)
Contohnya : ” Si Kabayan”, “Lebai Malang”, “Panbalangtamak”, dan sebagainya.
3). Legenda (cerita yang berkaitan dengan asal usul tempat)
Contohnya : “Asal-Usul Gunung Merapi”, “Roro Mendut”, “Tangkuban Perahu”, dan sebagainya.
4). Mite (cerita dewa-dewi, makhluk halus, dan hal-hal ghaib).
Contohnya : “Roro Jonggrang”, “Nyi Roro Kidul”, dan sebagainya.
5). Sage (cerita dongeng yang mengandung unsur sejarah)
Contohnya : “Tutur Tinular” (menceritakan Majapahit), “Pararaton” (menceritakan Ken Arok), dan sebagainya.
6). Parabel (cerita yang berisi unsur pendidikan atau keagamaan)
Contohnya : “Damarwulan”. “Cerita Sepasang Selop Putih”, dan sebagainya.
Dongeng merupakan cerita fiksi / rekaan. Perbedaan penting antara dongeng cerita lainnya, yakni tingkat kefiksiannya atau kerekaannya. Sebagai contoh : Jika di dalam dongeng akan ada cerita mengenai seorang tokoh yang bisa melayang, atau binatang yang bisa tertawa atau berbicara. Berbeda dengan cerpen. Cerpen tidak ditemukan kerekaan semacam itu. Sehingga dongeng memiliki daya tarik bagi anak-anak dan banyak dongeng yang mempunyai amanat yang berisi nilai-nilai moral yang pantas diterapkan di kehidupan nyata

.https://www.temanbelajarku.com/apa-saja-unsur-unsur-dalam-cerita-atau-dongeng.html